Peluang Bisnis Ternak Ayam Arab

Ayam Arab PetelurTERNAK AYAM ARAB PETELUR — Para peternak ayam biasanya memeihara ayam leghorn sebagai ayam petelur. Namun permintaan telur ayam kampung yang tinggi yang tidak diimbangi dengan produksi yang cukup membuat stok telur ayam kampung selalu kekurangan. Kendala utama dari ayam kampung adalah rendahnya produksi telur yang dihasilkan. Namun peternak ayam kampung kini bisa sedikit bernafas lega karena ayam Arab telah terbukti memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ayam kampung petelur. Produktifitas telur ayam arab boleh dibilang cukup tinggi jika dibandingkan ayam kampung biasa.

Produksi telur ayam arab rata-rata 50 sampai 60 % sedangkan ayam kampung biasa hanya mencapai 30% saja. Pada puncak produksi ayam arab mampu berproduksi hingga 85%. Meski masih lebih rendah dibandingkan ayam petelur leghorn, namun peluang bisnis ayam arab petelur sangat baik, karena harga telur ayam arab setara dengan ayam kampung. Keunggulan ayam arab dibandingkan ayam leghorn adalah pada ukuran tubuh yang lebih kecil, ini akan berakibat pada konsumsi pakan yang lebih sedikit.

Pola Pemeliharaan Ayam Arab Petelur

Di dalam melaksanakan budidaya ayam arab petelur ada berbagai macam bentuk pola budidaya. Cara tradisional adalah dengan mengumbar ayam arab petelur dan bebas berkeliaran. Cara kedua adalah dengan model kandang terbatas, pola pemeliharaan ini bisa lebih terkontrol dibandingkan cara pertama.

Untuk budidaya ayam arab petelur secara intensif menggunakan perlakuan yang sama seperti ayam petelur leghorn. Ayam arab petelur ditempatkan pada kandang baterey tanpa pejantan, satu ayam satu kandang. Pemberian pakan juga sama seperti pakan ayam petelur leghorn.

Kunci utama dari produktivitas ayam arab ini adalah pada masalah pakan. Kebutuhan gizi harus tercukupi, makanan ayam arab petelurpun boleh dibilang mudah, cukup dengan bekatul, jagung giling dan konsentrat petelur.

Analisa Usaha Ternak Ayam Arab

Untuk memulai usaha ternak ayam arab, anda dapat memulai dengan jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan. Analisis sederhana usaha ternak ayam arab dengan jumlah pemeliharaan 1000 ekor adalah sebagai berikut:

I. Biaya Investasi
- Bangunan dan Kandang Rp. 35.000.000, bisa dipakai 7 periode. Satu periode produktif ayam arab rata-rata 2 tahun.
- Investasi Ayam Arab Mulai Produksi Rp. 55.000 x 1000 = Rp.55.000.000
Total Investasi = Rp 90.000

Setelah masa produksi ayam arab afkir masih bisa dijual sebagai ayam pedaging.

II. Biaya Pemeliharaan Harian Ayam Arab
- Pakan Harian 85 gram x 1000 @ Rp.3500 = Rp.297.500
- Obat-obatan Rp.10 x 1000 = Rp.10.000
- Tenaga Kerja Rp.10.000
Total Biaya Harian Rp. 317.500

III. Pendapatan Harian Telur Ayam Arab
- Pendapatan telur : rata2 = 1.000e x 54% = 540 butir / hari.

IV. Perhitungan BEP Ternak Ayam Arab
Untuk menghitung nilai BEP atau nilai impas ternak ayam arab per harinya, maka harga jual telur ayam arab adalah sebagai berikut:
Harga Jual Telur Minimal = Total Biaya Harian / Jumlah Produksi Telur Per hari
Rp. 317.500 / 540 butir = Rp. 587,9

Di pasaran harga telur ayam arab/ayam kampung lebih tinggi dari harga tersebut yang bisa mencapai Rp.1200/butir. Untuk menghitung BEP dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan, silahkan dihitung sesuai dengan harga telur di daerah masing-masing.

Bookmark and Share

2 Responses for “Peluang Bisnis Ternak Ayam Arab”

  1. heru says:

    wah interest bgt ternak ayam arab.kira2 daerah mana yg jual bibit

    Reply

  2. minorca says:

    kalau untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga cukup 7 ekor betina dan 1 ekor jantan dijamin kebutuhan protein keluarga tercukupi dan dengan memakai mesin tetas diperbanyak untuk kemudian bisa dipakai tambahan hasil,salam kenal dari mesin tetas merk minorca

    Reply

Leave a Reply

Free WordPress Theme

WordPress Themes