TRANSAKSI BISNIS ONLINE — Menjalankan usaha bisnis online banyak dilakukan orang karena berbagai kemudahan yang dimiliki. Ada banyak hal yang menjadikan bisnis online menjadi pilihan banyak orang, salah satunya adalah fleksibilitas di dalamnya. Orang bisa menjalankan bisnis online dari rumah dan bisa mengatur waktu kerja sendiri. Modal usaha untuk menjalankan bisnis boleh dibilang sangat kecil. Kemudahan inilah yang membuat banyak pelaku usaha bisnis online mengabaikan beberapa hal penting dalam bisnis online, sehingga hanya terbayang dengan kemudahan namun tidak memikirkan aspek lain.
Yang sering menjadi permasalahan bagi pengusaha bisnis online adalah masalah pengiriman dan pembayaran. Dalam mekanisme pembayaran bisnis online sudah seharusnya sangat mudah namun demikian harus dijaga trust antara pembeli dan penjual.
Bebrapa penjual dalam bisnis online seringkali hanya bergantung pada beberapa pilihan transaksi pembayaran yang disediakan di marketplace tempatnya berjualan. Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh penjual dalam bisnis online dalam masalah transaksi, antara lain:
1. Cara Pembayaran Merupakan Hal Yang akan ditanyakan Pembeli
Ketika tertarik untuk membeli produk yang Anda tawarkan dalam bisnis online, Anda sebagai penjual lah yang akan ditanya oleh pembeli tentang cara transaksi pembayaran yang akan dilakukan.
Pembeli akan mengajukan pertanyaan kepada Anda sebagai penjual, dan bukan pada marketplace tempat Anda membuka “lapak”. Meskipun sudah banyak marketplace yang berintegrasi dengan beberapa bank nasional di Indonesia untuk transaksi pembayaran ini, pemahaman tentang cara pembayaran yang tepat sangat dibutuhkan oleh para penjual.
Misalnya saja, penjual harus mengetahui metode pembayaran seperti system manual offline verification, atau automatic online verification, ataupun model Buy Now dengan mengandalkan status pesanan.
2. Penjual adalah orang yang akan dikomplain pembeli.
Jika Anda tidak mengetahui pentingnya cara pembayaran online untuk produk Anda, dan menyerahkan semua halnya kepada bank terkait tanpa mengontrol proses pembayaran. Maka ketika ada masalah tentang transaksi pembayaran yang tertunda dan berakibat pada keterlambatan datangnya produk ke tangan pembeli, maka otomatis Andalah yang akan dihubungi dan dikomplain oleh pembeli. Hal ini disebabkan karena, si pembeli hanya memiliki kontak dengan Anda saja, dan bukan dengan marketplace, ataupun bank tempat transaksi.
3. Menghambat proses pembayaran
Beberapa marketplace memiliki sistem sendiri untuk urusan transaksi, sehingga meskipun mereka sudah terintegrasi dengan bank tertentu, belum tentu proses pembayarannya membutuhkan langkah yang sama. Seringkali ada langkah tertentu yang harus dilakukan pembeli, misalnya melakukan verifikasi manual setelah batal melakukan pembayaran yang akan menimbulkan kesalahpahaman atau kendala dalam pembayaran selanjutnya. Penjual yang tidak “kenal” dengan metode pembayaran marketplace akan memperlambat penyelesaian ketika ada pembeli yang menemui kendala dalam proses transaksi.
4. Tidak semua penjual adalah pembeli
Sebaiknya jangan menyamaratakan pengetahuan semua orang tentang tata cara bertransaksi online, karena tidak semua penjual adalah pembeli. Jika semua pembeli adalah penjual online, mungkin saja mereka sudah mengetahui tata cara pembayaran produk. Namun sayangnya di dunia online shopping tidak semua penjual adalah pembeli yang tahu proses pembayaran, dan mungkin saja pembeli ini tidak mengerti proses pembayaran.
5. Meningkatkan kepercayaan pembeli
Dengan memahami proses pembayaran secara online, maka kredibilitas Anda sebagai seorang penjual akan terjamin. Selain itu, jika Anda menguasai pembayaran, pembeli akan lebih yakin bahwa Anda benar-benar serius untuk berjualan.
Jika anda adalah pelaku bisnis online dan masih mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah transaksi pembayaran, sudah saatnya hal ini diperhatikan dalam bisnis online anda.
Sumber:
http://female.kompas.com/read/2012/02/03/2107533/Penjual.Online.Harus.Paham.Cara.Transaksi
