Usaha Penggemukan Domba Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Petani

domba garutUsaha penggemukan domba merupakan bisnis yang sebenarnya tidak pernah padam. Berbagai permintaan daging domba terus menerus ada dan tidak pernah sepi. Contohnya saja permintaan domba untuk warung sate, aqiqah dan domba untuk hewan qurban. Meski permintaan untuk hewan qurban bersifat insidental tetapi mendatangkan pemasukan yang lumayan besar.Peluang usaha inilah yang dimanfaatkan oleh Andi Nata , kelahiran Cirebon, 7 Januari 1989. Usaha penggemukan domba inilah yang mengantarkan ia menjadi salah satu Pemenang Program wirausaha Muda Mandiri tahun 2012.

Usaha penggemukan domba garut yang ditekuni Andi Nata memang tidak jauh dari Latar belakang keluarganya dari keluarga petani. Andi dilahirkan dan dibesarkan dengan kehidupan keras. Pada saat musim panen tiba, ia harus membantu kedua orang tuanya untuk memanggul padi dan mengeringkan padi. Sehingga ia terbiasa dengan pola hidup kerja keras.

Awal usaha penggemukan domba garut saat ia kuliah di semester pertama di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Disaat yang sama Ayah Andi mengalami musibah kecelakaan kerja yang membuatnya harus mencari dana untuk pengobatan. Ia meminjam uang dari beberapa rekan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kebutuhan uang yang mendesak membuatnya berfikir untuk mencari peluang usaha. Ia melihat salah satu peluang usaha besar ada di bidang peternakan khususnya peternakan kambing. Potensi peternakan kambing khususnya kambing aqiqah begitu sangat potensial, karena itu Andi memutuskan untuk membuka bisnis tersebut.

Untuk memulai usaha penggemukan domba ia menggunakan modal pinjaman 8 juta , yang ia belikan lima ekor kambing satu jantan dan empat betina. Karena melihat usaha kambing aqiqah begitu potensial, Andi mencari investor untuk bermitra usaha dalam bisnis peternakan ini.

Selama menjalani usaha ini, terjadi penambahan omset yang begitu cepat. Sampai akhirnya, terjadi pada musim qurban dimana kenaikan omset penjualan mengalami kenaikan berkali lipat sekaligus mengembalikan modal investor dan bagi hasilnya.

Sampai saat ini jumlah produksi dan penjualan kambingnya bertambah dan jumlah karyawan juga ikut bertambah. Konsep yang sedang saat ini dikembangkan adalah melalui pemberdayaan masyarakat khususnya para petani di daerah. Para petani tersebut diberikan modal berupa 10 ekor kambing kepada setiap petani diberbagai kecamatan. Kambing-kambing yang diberikan kepada petani tersebut nantinya akan diambil kembali ketika musim qurban tiba dengan sistem bagi hasil.

Usaha penggemukan kambing ini tidak hanya sekedar membudidayakan saja tetapi didukung oleh strategi pemasaran. Promosi usaha penggemukan kambing ini salah satunya dengan dengan strategi ketika orang membeli kambing kepada diberikan hadiah kepada pembeli berupa baju batik.

Untuk pembelian kambing pada saat Idul Fitri dan liburan anak sekolah, iamemberikan diskon kepada pembeli berupa voucher liburan ke pemandian air panas. Andi juga memberikan undian kepada pembeli yang berlangganan setiap tahunnya dengan Doorprize berupa laptop, hp, dan lain-lain.

Promosi lain adalah setiap pembeli yang membeli kambing ,dan kondisi kambing mengalami cacat dan sakit maka kambing tersebut akan diganti dengan kambing yang lebih baik (garansi 100%). Sehingga para pelanggan merasa puas untuk membeli kembali.

Promosi usaha kambingnya juga melakukan pemasaran melalui media internet, salah satunya adalah mempromosikan lewat website (www.aqiqahjakarta.org). Meski banyak petani yang melakukan usaha budidaya kambing ini, justru antar petani tidak saling bersaing, Andi menjadikan para petani sebagai mitra dengan menggunakan persatuan atau paguyuban untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan petani. Sehingga, petani-petani tidak dicurangi oleh para tengkulak.

Bookmark and Share

Leave a Reply

Premium WordPress Themes

WordPress͸╠Ô