Usaha Ibu Rumah Tangga Ternak Ayam Jawa Super

ayam jawa superTERNAK AYAM JAWA SUPER — Kebutuhan konsumsi produk hewani dari hari kehari cenderung mengalami peningkatan, salah satunya dalah permintaan daging ayam kampung. Namun sayangnya dukungan untuk pemenuhan tersebut masih kurang. Salah satu terobosan dalam usaha ternak ayam adalah yang dikenal dengan Ayam Jawa Super, yang dilakukan oleh para peternak di Dusun Bedukan, Pleret, Bantul,Yogyakarta. Usaha ternak ayam yang sekaligus memberikan pemberdayaan kaum perempuan dan meningkatkan keterampilan perempuan dalam membantu menyokong perekonomian keluarga.

Ayam Jawa Super merupakan jatu jenis ayam kampung hasil pemuliaan benih yang memiliki pertumbuhan yang cepat,sehingga lebih cepat panen. Dalam masa pemeliharaan selama dua bulan saja daging ayam kampung sudah diap untuk dijual ke pasaran.

Usaha peternakan ayam jawa super para ibu rumah tangga di Dusun Bedukan, merupakan langkah Klaster Peternakan RCDC MITI (Research and Community Development Centre Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia) Yogyakarta di dalam rangka membantu meningkatkan jumlah produksi produk hewani dan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat akan produk hewani.

Pemilihan pemeliharaan ayam jawa super dikarenakan prospek ayam kampung dalam konsumsi masyarakat sangat tinggi dan di perlukan banyak produksi ayam kampung. Pemeliharaan ayam kampung asli sampai panen (siap dikonsumsi) memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga dipilih ayam jawa super yang pemeliharaanya relative lebih cepat yakni selama 2 bulan sudah siap dipanen. Kelebihan tersebut yang menjadi pendukung dalam bisnis dibidang peternakan ayam jawa super.

Pengaturan Usaha Ternak Ayam Jawa Super

Dalam usaha ternak ayam jawa super di Dusun Bedukan, Pleret, Bantul ini , dilakukan pengaturan di dalam proses produksinya. Dari 16 ibu rumah tangga yang bergabung dalam usaha ternak ayam jawa super,dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing masing kelompok terdiri dari 4 anggota.
Setiap kelompok memelihara ayam jawa super sebanyak 500 ekor, usia DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) yang dipelihara sampai dengan panen pada usia dua bulan. Pemeliharaan tersebut dilakukan langsung oleh kelompok dengan didampingi tim klaster peternakan RCDC MITI sebagai pengawas dan pembantu pemeliharaan, namun secara keseluruhan kelompoklah yang lebih banyak bekerja. Tim klaster peternakan membantu dalam pengadaan sarana produksi ternak, perlengkapan kandang, DOC, pakan dan obat.

Dengan mempertimbangkan jumlah produksi ayam jawa super yang dihasilkan, pemeliharaan ayam tidak dilakukan serempak untuk semua sub kelompok, tetapi dilakukan pembagian dan penjadwalan saat memulai pemeliharaan ayam. Hal ini dilakukan untuk menghindari jumlah panen yang melimpah serta untuk mendapatkan waktu panen ayam yag berkesinambungan sehingga ayam dapat tetap tersedia sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pada Pemeliharaan ayam jawa super periode I masih menggunakan pakan komersil yang di beli di toko. Namun untuk periode selanjutnya teknologi yang akan digunakan dalam pemeliharaan ayam jawa super ini adalah teknologi pakan fermentasi dengan bahan pakan lokal yang terdapat di sekitar daerah Bedukan, Pleret, Bantul. Teknologi pakan fermentasi saat ini sedang dalam tahap penelitian (uji coba) oleh tim klaster peternakan.

Usaha peternakan ayam jawa super ini memang sebuah upaya untuk meningkatkan produksi bahan makanan, terutama daging yang berkualitas tinggi sekaligus memberikan peningkatann ekonomi bagi ibu-ibi rumah tangga.Semoga sukses..!

Sumber:

http://miti.or.id/?p=289

Bookmark and Share

2 Responses for “Usaha Ibu Rumah Tangga Ternak Ayam Jawa Super”

  1. Jefry says:

    saya baru tahu jenis ayam jawa super, kelebihannya dibanding dengan ayam ternak lainnya kira2 apa ya

    Reply

  2. rudi says:

    Cara berternak dan perhitungannya gmana ya

    Reply

Leave a Reply

WordPress͸╠Ô

Weboy