LELE SANGKURIANG — Lele bisa dikatakan merupakan menu wajib di setiap rumah makan atau restoran. Tak heran jika permintaan lele konsumsi terus saja meningkat. Salah satu produk lele unggulan adalah Lele sangkuriang. Usaha lele Sangkuriang ini dipandang lebih memberikan keuntungan bagi peternak lele, karena pertumbuhannya yang cepat. Salah satu yang sukses lewat usaha lele sangkuriang ini adalah Nurizal Irfan, warga yang bertempat tinggal di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.
Usaha Nurizal Irfan dalam budidaya lele sangkuriang diawali semenjak pertengahan tahun 2011. Usaha awalnya adalah pembenihan lele sangkuriang, hasil pembenihan lele sangkuriang ini cukup lumayan. Hanya dalam waktu 3 minggu saja ia bisa meraih keuntungan 6 juta rupiah, denga modal yang hanya 1 juta rupiah saja.
Irfan tertarik menekuni usaha budidaya lele sangkuriang ini berdasarkan pengamatan dari berbagai jenis ikan. Ia melihat ikan lele merupakan ikan yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Selain itu menurutnya ikan lele merupakan ikan yang paling mudah dibudidayakan meskipun dengan media yang sederhana.
Lele Sangkuriang Hasil Perbaikan Genetik
Keseriusan Irfan untuk berbisnis lele sangkuriang dibuktikan dengan modal hanya satu juta rupiah, ie berangkat ke Sukabumi dan Subang Jawa Barat untuk membeli benih Lele Sangkuriang. Seperti diketahui Lele Sangkuriang merupakan produk persilangan BBAT Sukabumi, ikan hasil persilangan untuk perbaikan genetik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 tersebut, merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985.
Modal sebesar Rp 1 juta ia belikani benih ikan lele sangkuriang yang masih berbentuk larva, benih yang berusia 3 hari dari BBAT Sukabumi . Dari uang itu bisa diperoleh sebanyak 100.000 ekor larva lele sangkuriang.
Dari larva itu ia pelihara pada kolam terpal 2×5 meter per segi untuk dibesarkan sampai berusia 3 bulan dan layak jual. Selama 3 bulan, larva tersebut tumbuh lebih besar dengan panjang badan 5 – 6 centimeter. Benih tersebut kemudian dijualnya dengan harga Rp 170 per ekor. Larva itulah yang menjadi awal sukses bisnisnya dalam budidaya lele sangkuriang.
Saat ini usaha Lele sangkuriang Irfan sudah bisa menjangkau berbagai kawasan seperti di Aceh, Deliserdang, Medan, dan Porsea. Sebelum ia bisa memijahkan sendiri Lele Sangkuriang, ia terus mendatangkan benih Lele dari Sukabumi dan Subang.
Bisnis budidaya lele sangkuriang telah mengubah kehidupan Irfan menjadi pengusaha Lele sang sukses. Usaha ini bisa dilakukan dalam lahan yang sempit sehingga cocok sebagai usaha sampingan maupun usaha yang pokok.
Sumber:
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/07/16/106195/yang_menggiurkan_dari_bisnis_benih_lele_sangkuriang/#.UAN0P_XRzR0
