Menghitung Telur Gurami Dengan Webcam

menghitung-telur-guramiBUDIDAYA GURAMI — Ikan Gurami merupakan komoditas periakanan yang sangat populer dan banyak penggemar. Dari mulai telur hingga gurami ukuran jumbo laku di pasaran. Salah satu bidang budidaya ikan gurami adalah menetaskan telur-telur gurami. Dari mulai telur, sudah banyak diincar oleh pembeli untuk ditetaskan atau dijual kembali. Saat ini para petani melakukan pengitungan telur gurami secara manual saat akan menjualnya. Penghitungan telur gurami penting untuk menentukan luasan kolam/bak yang akan dipakai untuk menetaskan telur-telur gurami. Selain itu ada perlakuan-perlakuan lain yang berkaitan dengan jumlah telur gurami.

Menghitung telur ikan gurami secara manual bukan saja butuh ketelitian namun juga waktu yang lama dan menjadi kegiatan yang membosankan. Pemikiran inilah yang melandasi Zulfikar Alfan Kamil, Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta berkreasi membuat alat penghitung telur gurami dengan bantuan webcam.

Selama ini webcam merupakan alat perekam gerak yang banyak dimanfaatkan untuk berkomunikasi melalui dunia maya. Namun hasil riset Zulfikar bersama dua temannya Meldi Rahma Saputra dan Dinan Yulianto di sentra peternak gurami di Purwokerto, Jawa Tengah berhasil menciptakan alat penghitung telur gurami ini.

Di Purwokerto para peternak Gurami, saat bertransaksi menggunakan mangkuk yang dimanfaatkan sebagai takaran. Akibatnya, penimbangan menjadi tidak akurat. Dari hasil studi lapangan dan beberapa literatur, diketahui sifat telur ikan usia 0-3 hari masih mengambang, belum berekor, belum berenang tetapi tidak menumpuk. Otomatis telur-telur ini dapat dibaca citranya dengan menggunakan webcam.

Webcam yang terletak di atas wadah akan merekam telur sedangkan cahaya dari bawah akan membantu proses pencitraan,” jelas Zulfikar. Adapun, cara menggunakan alat ini ialah meletakan telur gurami di wadah sediaan kemudian direkam menggunakan kamera digital (citra masukan).

Melalui layar yang ada, aras warna citra masukan diubah menjadi aras keabuan (citra keabuan), selanjutnya proses pengambangan akan memisahkan latar depan belakang dalam membentuk citra biner. Dari proses terakhir, kata Meldi, telur tersebut berubah warna jadi kehitaman.

Dengan visual ini, peternak akan mudah menghitung jumlah telur secara tepat dan cepat. Dinan menuturkan riset yang memakan waktu empat bulan ini merupakan inovasi yang aplikatif karena dapat secara langsung dipergunakan.

Kreatifitas dan aplikasi teknologi pada berbagai bidang termasuk budidaya ikan ini patut mendapatkan apresiasi. Hal ini karena bermanfaat bagi kemanjuan dunia perikanan dan efisiensi bisnis usaha kecil. Tidak heran jika kreatifitas membuat alat penghitung telur gurami ini mendapat medali setara emas dalam Pimnas ke-25 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selamat.

 

 

Sumber:

http://www.harianjogja.com/baca/2012/07/23/karya-mahasiswa-webcam-jadi-%E2%80%9Ckalkulator%E2%80%9D-telur-gurami-203737

Bookmark and Share

Leave a Reply

Free WordPress Theme

Premium WordPress Themes