Hidroponik Alternatif Pertanian Di Lahan Sempit

Pertanian HidroponikPERTANIAN HIDROPONIK — Kebutuhan pangan bagi manusia seperti sayuran dan buah-buahan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun hal tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan lahan pertanian yang justru semakin meningkat. Jangankan di kota-kota besar, di daerah-daerah sentra pertanian, alih fungsi lahan menjadi pemukiman tidak terelakan lagi. System Hydroponics sebagai model pertanian nampaknya menjadi salah satu solusi yang patut dipertimbangkan untuk mengatasi masalah pangan.

Pertanian hidroponik memang tidak memerlukan lahan yang luas dalam pelaksanaannya. Bisnis pertanian hidroponik ini layak dipertimbangkan mengingat bisa dilakukan di pekarangan rumah, atap rumah dan lahan lain.

Dari berbagai sumber menyatakan bahwa pertanian hydroponik untuk usaha yang serius dengan skala kecil untuk luas tanah sekitar 100 m2 ,memerlukan biaya investasi sekitar Rp 150 juta . Biaya tersebut dipergunakan untuk pembuatan bak tanaman, bak penampung air, pipa saluran air, media , cairan larutan, dan bibit tanaman.

Namun pengembalian investasinya sekitar Rp 500 juta hingga Rp 750 juta per tahun. Suatu peluang usaha yang pantas untuk digeluti. Jika ini terlalu besar, anda bisa mencobanya untuk usaha rumahan dengan skala yang lebih kecil dan memanfaatkan media yang ada.

Pada dasarnya semua jenis tanaman bisa ditanam dengan pertanian hidroponik, namun biasanya adalah tanaman semusim. Golongan tanaman hortikultura yang biasa ditanam dengan media hidroponik meliputi : tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, pertamanan, dan tanaman obat-obatan.

Model Hidroponik Dengan Water Culture

Model Hidroponik Dengan Water Culture

Berbagai jenis tanaman yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik antara lain bunga, (misalnya : krisan, gerberra, anggrek, kaladium, kaktus ), sayur – sayuran ( selada, sawi, pakchoi, tomat, wortel, asparagus, brokoli, cabai, seledri, bawang merah, bawang putih, bawang daun, terong ), buah-buahan ( melon, tomat, mentimun, semangka, strawberi, paprika ) dan juga umbi-umbian.

Beberapa Keuntungan Pertanian Organik

Selain permasalahan lahan yang tidak memerlukan area yang luas, pertanian hidroponik memiliki beberapa keuntungan antara lain:

  • Ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
  • Tanaman ini tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas
  • Bisa memeriksa akar tanaman secara periodik untuk memastikan pertumbuhannya
  • Pemakaian air lebih efisien karena penyiraman air tidak perlu dilakukan setiap hari sebab media larutan mineral yang dipergunakan selalu tertampung di dalam wadah yang dipakai.
  • Hasil tanaman bisa dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan hama.
  • Lebih hemat karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari, tidak membutuhkan lahan yang banyak, media tanaman bisa dibuat secara bertingkat.
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga.
  • Bisa menghemat pemakaian pupuk tanaman.
  • Tidak perlu banyak tenaga kerja.
  • Lingkungan kerja lebih bersih.
  • Tidak ada masalah hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, kulat dan cacing nematod yang banyak terdapat dalam tanah.
  • Dapat tanam di mana saja bahkan di garasi dan tanah yang berbatu.
  • Dapat ditanam kapan saja karena tidak mengenal musim

Melihat berbagai keunggulan pertanian hidroponik tersebut, nampaknya ini bisa menjadi alternatif pertanian modern.

Bookmark and Share

1 Response for “Hidroponik Alternatif Pertanian Di Lahan Sempit”

  1. Dimas says:

    Thanks infonya…

    Reply

Leave a Reply

WordPress Blog

WordPress Blog